Smart Cities dan WiFi

Kota-kota di seluruh dunia memanfaatkan kekuatan telekomunikasi dan perkembangan teknologi yang serba cepat untuk tetap terhubung dengan diri mereka sendiri dan bekerja lebih cerdas dan lebih efisien dalam hal penggunaan sumber daya, peningkatan pelayanan dan kualitas hidup, dan di lain hal mendukung ekonomi dengan karbon yang rendah.

Pada tahun 2020 diperkirakan bahwa akan ada 26,5 Milyar benda – benda yang secara fisik tertanam dengan teknologi di dalam industry tersebut senilai $ 19 biliun pada saat itu. Oleh karena itu para pemegang saham dalam IT perlu memahami kesempatan, nilai dan peran mereka dalam mengembangkan Smart Cities.

Pelayanan yang lebih baik

Menurut Komisi Eropa, teknologi digital diterapkan ke dalam pelayanan publik yang lebih baik bagi para warga, penggunaan sumber daya yang lebih baik dan sedikit dampaknya terhadap lingkungan. Dengan menghasilkan data dalam jumlah besar kemudian menggunakan data tersebut dengan cerdas, kemungkinan menjadi tidak terbatas dan biaya operasional untuk menyalurkan pelayanan akan turun.

Topik Smart Cities itu luas dan menggabungkan berbagai bidang dari teknologi hijau untuk lebih ketat, pengelolaan yang lebih terukur untuk meningkatkan efisiensi dalam transportasi, bangunan dan pelayanan publik lainnya, diantara hal lainnya. Semua ini membutuhkan solusi digital untuk dapat menghubungkan kota – kota dengan tepat.

Kota-kota yang tidak menerima evolusi digital tidak akan mampu mengimbangi dan akan kehilangan konsumen. Manfaat dari segi pelayanan publik akan signifikan jika segala sesuatu terhubung – dari lampu lalu lintas, untuk penerangan jalan, informasi parkir. Trend lain akan menjadi tumbuhnya data yang terbuka, data dapat diakses yang akan digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang akan memberikan informasi ke tangan orang – orang, melalui perangkat Mobile.

Diperkirakan bahwa lebih dari $ 40 miliar akan dihabiskan untuk teknologi Smart City pada tahun 2016, menjadikannya sebagai pasar yang sangat menarik bagi perusahaan untuk terlibat di dalamnya. Ini juga berarti hal-hal yang bergerak sangat cepat seperti inovator muncul dengan teknologi – teknologi untuk menyampaikan apa yang diperlukan oleh kota – kota dalam hal informasi dan konektivitas.

Cari tahu lebih lanjut tentang penawaran Wifi gratis yang dapat memberikan hasil kembali dengan manfaat – manfaat khusus untuk setiap kota.

Efisiensi & berbagi informasi

Smart Cities saat ini berkembang melampaui Wifi gratis dan penampil informasi di halte bus. Sementara sebagian dari kita masih bertahan pada skema aplikasi kontroversial seperti Uber taksi, kota-kota tertentu di seluruh dunia sudah melaju pesat di depan.

Boston taksi mempunyai teknologi untuk mengidentifikasi lubang saat mereka melewati mereka dan mengirimkan informasi real time ini dengan referensi grid untuk petugas pelayanan publik yang kemudian melakukan perbaikan yang diperlukan. Hub transportasi utama yang juga berlandaskan pada “Smart – Wagon” dengan dipasangnya toilet pintar di bandara yang mengirim peringatan ke pembersih setelah dipakai sejumlah orang. Banyak kota juga berinvestasi dalam membuat jalan raya dan jalan tol yang lebih “cerdas” dengan memasang teknologi untuk memonitor lalu lintas, memberikan informasi kepada pengemudi dan mengurangi kemacetan dengan menggunakan variabel batas kecepatan. Kereta Api akan mencari sensor RFID (Radio Frequency Identification) di rel dan kamera – kamera kecil, untuk membantu melaporkan kembali melalui Wifi ketika rel terhalang atau rusak.

Keberhasilan skema ini hanya dapat diukur melalui penciptaan dan berbagi data; sesuatu yang dimungkinkan oleh Wifimu.

Bagaimana Venue mendapat manfaat

Dari Retailer ke stadion konser, membantu pengunjung bergerak di dalam sebuah kota dengan memberikang informasi yang akan membantu mereka melakukan perjalanan lebih mudah, meningkatkan lingkungan mereka dan menghabiskan uang konsumen mereka di tempat-tempat yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan mereka akan membawa keuntungan. Jika lalu lintas bergerak terus, ketersediaan parkir dikomunikasikan serta penjualan dan promosi disebarkan kepada mereka, konsumen akan lebih cenderung untuk menginvestasikan waktu mereka untuk mengunjungi kota dan pusat – pusat kota, berencana untuk kembali segeranya, diharapkan untuk tinggal lebih lama, dan berpotensi menghabiskan lebih banyak uang juga.

Wifimu melihat pelayanan lokasi akan bergerak secara besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan dengan Smartphone – warga yang cerdas dan pengguna lama sistem TI menjadi kekuatan pendorong untuk konten dan layanan lokasi yang lebih untuk lingkungan virtual saingan. Pasar Wifi outdoor akan meningkat dari $ 15 milyar per tahun ke 37 miliar pada tahun 2018; pasar Wifi dalam ruangan akan jauh lebih mewakili pasar tertentu yang membutuhkan model bisnis untuk menuai hasil yang diharapkan.

Dengan membuat Venue dan ruang publik terkoneksi lebih luas , masa depan akan menjadi terdepan dalam bidang digital, pengalaman yang lebih baik bagi konsumen dan bisnis serupa dengan sumber daya yang terbuang lebih sedikit dan lebih efisien.