Blogger, Buzzer, Social Media

Februari 16, 2015 By Admin

Blog merupakan sebuah wadah bagi para penulis agar hasil karya tulisannya dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas dengan biaya yang murah. Konten dari hasil tulisannya bermacam-macam, tergantung dari minat dan tujuan blog itu dibuat. Umumnya blog diisi oleh berbagai macam curahan hati atas suatu kejadian yang dilihatnya, sehingga terciptalah opini yang dapat menarik banyak pembaca. Ada juga blog yang berisikan fantasi dari si penulis yang disusun menjadi sebuah cerita menarik tergantung dari selera penulis, ada yang humor, misteri, maupun aksi yang membuat tegang saat membacanya. Dan saat ini, blog juga berkembang menjadi media pemasaran, sehingga isinya lebih banyak mengenai review mengenai sesuatu hal dengan tujuan pembaca dapat tertarik untuk mengikuti apa yang penulis blog ceritakan.
Untuk yang terakhir ini, saat blog menjadi media pemasaran, muncullah istilah buzzer. Buzzer ini merupakan profesi yang muncul akibat semakin berkembangnya minat masyarakat terhadap blog. Banyak perusahaan yang menggunakan jasa blogger yang memiliki kualitas dalam tulisannya dan banyaknya pembaca setia sesuai dengan segmen dari produk yang akan dipromosikannya.
Namun, seiring dengan tumbuhnya pengguna Social Media istilah buzzer kini semakin popular, semakin banyak orang yang muncul sebagai buzzer, bukan karena keahliannya dalam menulis, namun juga berkomunikasi. Semakin tinggi follower dan tingkat engagement nya, semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan pemilik brand untuk berpromosi melalui buzzer. Belum lagi, tidak banyak buzzer berkualitas yang tersedia yang dapat dijangkau oleh semua segment dan tentunya budget.
Sekali lagi, untuk yang terakhir ini, “bugdet.” seiring dengan berkembangnya social media, tekonologi wifi, dan penggunaan internet itu sendiri. metode pemasaran word of mouth dapat kita lakukan sendiri tanpa harus menggunakan jasa buzzer. Alaternatif yang cocok untuk yang ingin melakukan promosi secara efektif dan efisien. Dengan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap service dan product, konsumen akan secara sukarela mem-buzz apa mereka rasakan terhadap service dan product. Tidak percaya? /arish

Cari tahu lebih banyak di sini


Komentar Pembaca